Kambing Aqiqah yang Baik Syarat Kambing Aqiqah sesuai Hadis

kambing aqiqah

kambing aqiqah

kambing aqiqah
Kambing Aqiqah yang Baik Syarat Kambing Aqiqah sesuai Hadis.

Syarat Hewan Aqiqah


SYARAT HEWAN AQIQAH. Syarat hewan yang diperlukan untuk Aqiqah merupakan dari type kambing atau domba. Tipe kelaminnya jantan atau betina tidak masalah yang penting sehat, tidak cacat dan sudah dewasa. Sebaiknya memang mencari hewan Aqiqah yang sempurnah seperti yang dicontohkan nabi besar Muhammad SAW kala laksanakan Aqiqah, yaitu kambing jantan yang sehat dan tidak cacat. Namun begitu demi menjaga keragu-raguan umatnya dalam menentukan kategori kambing maka nabi SAW bersabda yang di riwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang artinya seperti di bawah ini :


Untuk anak pria dua kambing, dan untuk anak perempuan satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina.” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).


Lantaran di beri keringanan seperti itu, terkadang orang masih salah persepsi dan memilih hewan Aqiqah sesuka hati. Yang penting kambing bisa utk Aqiqah, itu tidak benar. Berikut ini ialah jenis-jenis kambing yang sebaiknya di gunakan untuk hewan Aqiqah.


Untuk informasi jasa aqiqah bogor, silakan kunjungi www.pelangiaqiqah.co.id. Anda dapat menayanyakan tentang layanan catering aqiqah untuk pelaksanaan aqiqah putra dan putri kesayangan anda.


Hukum Kambing Aqiqah


HUKUM MENGENAI KAMBING AQIQAH. Para ulama tak sama pendapat dalam menentukan persyaratan kambing aqiqah terutama dalam aspek usia kambing. Ada yang berpendapat harus 2 (dua) thn, ada pun yang berpendapat 1 (satu) thn untuk domba. Aqiqah dalam Islam merupakan salah satu syariat (ketentunan) yang hukum pelaksanaannya adalah sunah muakad.

Kambingnya harus sehat, tidak boleh cacat yakni tidak buta, tidak hilang sebagian gede tanduk atau kupingnya, tidak ompong semua gigi depannya dll.


Tetapi ada pula sebagian ulama yang membolehkan dengan kambing apa saja mengingat tidak ada dalil khusus berkaitan persyaratan untuk kambing aqiqah, adapun persyaratan tadi diatas ialah kias dari persyaratan kambing qurban. Namun tetap yang paling afdol tentunya yang telah memenuhi syarat-syarat diatas.


Menurut para ulama diperbolehkan beraqiqah bersama kambing betina, dikarenakan dalam persayaratan kambing untuk Aqiqah tidak ditentukan satupun keterangan yang melarangnya, tetapi yang lebih afdol adalah dgn kambing jantan. Berapa usia kambing untuk aqiqah? supaya memenuhi syarat aqiqah atau qurban


Jikalau berbicara berapa usia kambing untuk aqiqah itu maka berikut adalah penjelasannya. Memang ada yang berpendapat harus sudah tanggal giginya, ada lagi yang berpendapat bahwa usia kambing buat aqiqah itu harus sudah genap satu th, ada lagi yang berpendapat bahwa usia kambing utk aqiqah itu dapat di lihat dari ukuran tanduk. Sebenarnya untuk menjelaskan masalah ini lebih baik kita kembalikan lagi pada penjelasan para Ulama. Dijelasakan oleh para Ulama bahwa syarat domba atau kambing untuk aqiqah ialah sama syaratnya seperti untuk qurban. Adapun utk qurban itu sendiri disyaratkan kategori hewan dan usia nya juga sebagai berikut :


  • Ats-Tsaniy dari unta merupakan yang telah sempurna berusia lima tahun
  • Ats-Tsaniy dari sapi merupakan yang telah sempurna berusia dua tahun
  • Ats-Tsaniy dari kambing yaitu yang telah sempurna berusia setahun
  • Al-Jadza’ yakni domba yang telah sempurna berusia enam bulan

 


JENIS & SYARAT HEWAN UNTUK AQIQAH


Jenis hewan yang diperlukan utk Aqiqah yaitu dari jenis hewan mamalia kecil seperti kambing, domba dan biri-biri.


Kategori kelamin kambing utk Aqiqah bisa berjenis kelamin jantan atau betina sama saja dan tidak ada masalah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalan Ummu Kurz, “….tidak mudharat bagi kamu apakah kambing laki-laki atau kambing perempuan…hadist shahih tentang aqiqah.


Umur kambing untuk aqiqah itu sendiri dikiaskan dengan umur kambing qurban, yaitu : Untuk domba atau biri-biri cukup satu thn atau kurang sedikit; Buat kambing biasa umurnya cukup dua thn dan masuk tahun ketiga; Sifat dan penampilan kambing untuk Aqiqah sebaiknya tidak jauh tidak serupa kambing qurban yakni kambing yang sehat dan bagus, bukan kambing yang cacat dan sakit.


Sempurnakan Syarat Domba Aqiqah


Sempurnakan Syarat domba dan Kambing Aqiqah :


Disyariatkan hewan aqeqah dari type domba atau kambing.


Umur hewan aqiqah menurut umumnya ulama menyamakan dengan persyaratan hewan qurban merupakan yang sudah melewati setahun, atau minimal enam bulan yang bila dicampur tidak terlihat bedanya.


Kesehatan, ternak tidak : buta walaupun sebelah; pincang yang nyata; kurus kering; terpotong ekor atau telinga lebih dari sepertiganya; ompong gigi dikarenakan lanjut umur atau sakit, lumpuh dan gila sehingga tidak dapat digembalakan.


Syarat kambing aqiqah bukan cacat yang dilarang seandainya tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian, bulu rontok, sakit ringan dan luka kecil yang tidak membahayakan kelangsungan hidupnya.


Penyaluran syarat kambing aqiqah boleh dalam keadaan mentah atau matang. Dengan mengadakan walimah atau acara aqiqah untuk anak secara sederhana ataupun sekedar menyalurkan hendaknya diutamakan dilingkungan bayi dibesarkan dgn tidak melupakan fakir, miskin dan anak yatim.


Kapan Aqiqah dilaksanakan?


Adapun aisyah mengatakan aqeqah dilakukan kepada hari ke tujuh, ke empat belas atau ke dua puluh satu,


Urutan afdhaliat : hari ke tujuh, hari ke empat belas, hari ke dua puluh satu dan seluruhnya hari ketika sanggup


Hikmah dilaksanakan aqiqah


  1. Sarana memprokalmirkan kelahiran anak kepada lingkungannya.
  2. Perwujudan rasa syukur dan kegembiraan atas bertambahnya umat Muhammad.
  3. Mempererat ikatan cinta masyarakat yang berkumpul menghadiri jamuan aqeqah
  4. Ikut meringankan masalah social dengan pembagian daging aqeqah
  5. Menghubugkan antara anak dan orang tuanya baik dalam do’a maupun syafaat di hari kiamat.

Syarat Domba Untuk Aqiqah


SYARAT DOMBA UNTUK AQIQAH. Sebelum melakukan aqiqah untuk anak anda, amat sangat mutlak untuk mengetahui syarat dan ketentuan kambing/domba yang mampu disembelih untuk aqiqah. Aqiqah anak yaitu ibadah, sehingga hendaknya kita lakukan dgn sebaik-baiknya dan sesuai dengan tuntunan syariah dalam melaksanakannya. Jumlah kambing aqiqah adalah 2 ekor untuk anak laki-laki dan 1 ekor untuk anak perempuan.


Ada sekian tidak sedikit arahan buat dapat memilih kambing Aqiqah dan serta ada ketentuan disaat nya yang dapat anda pakai. yang paling utama ialah tips dari Rasulullah SAW. :


Dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Jangan kalian menyembelih kecuali hewan yang sudah memenuhi umur, kecuali seandainya sulit bagi kalian. Jika sulit bagi kalian maka sembelihlah jada-a dari domba.”


 


Empat macam binatang atau hewan yang tidak sah dijadikan qurban berdasarkan (HR Bukhari dan Muslim) :


  1. Cacat matanya,
  2. sakit,
  3. pincang dan
  4. kurus yang tidak berlemak lagi

Syarat Hewan Qurban


  1. Cukup Umur. Yang dimaksud pass umur adalah minimal enam bulan dan sebaiknya sudah melewati satu tahun. Ini yaitu berdasarkan sabda Rasul dan pernyataan jumhur ulama.
  2. Hewan Sehat dan tidak pincang. Periksa mulai sejak sejak dari mata, apakah buta kedua matanya atau buta sebelah, dahulu ekornya apakah sudah terpotong erkonya atau telinga. Setelah Itu anda juga harus memperhatikan dari sisi fisik kambing, apakah sedang sakit atau tidak. Seandainya ingin memakai jasa aqiqah, sebaiknya anda memakai jasa aqiqah yang benar-benar lah berdedikasi dan bukan amatiran. Tak Sedikit yang menawarkan kambing aqiqah murah namun harus teliti sebelum membeli.
  3. Tidak Cacat. Sebetulnya bukan cacat yang tidak diperbolehkan, tetapi bila tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian serta bulu rontok, sakit ringan dan saksikan sekian tidak sedikit penyakit atau tanya yang tidak membahayakan kehidupan kambing untuk aqiqah.

Syarat Kambing Aqiqah   


Hewan sembelihan aqiqah memiliki syarat kambing aqiqah boleh bersama kambing ( baik jantan maupun betina ), domba, sapi , atau unta. Tidak sah aqiqah jikalau dilakukan dengan hewan tak cuma di atas, seperti ayam, kelinci, atau burung sama seperti pernyataan para ahlul hadits, dan fuqaha.


Hewan aqiqah harus dalam keadaan sehat, tidak boleh ada cacat dan dalam keadaan sakit. Hewan aqiqah harus yakni hewan yang sudah layak disembelih seperti mana halnya kurban. Jika kambing, maka minimal sudah berusia satu tahun


Cara Pembagian daging aqiqah


Setelah disembelihnya hewan aqiqah, syarat kambing aqiqah maka para ulama menganjurkan utk membaginya menjadi tiga bagian. Sepertiga pertama untuk ahlul bait, sepertiga kedua untuk diberikan pada orang lain sebgai hadiah, dan sepertiga terakhir untuk dijadikan yg yaitu sedekah.


Dianjurkan pula bahwa pemberian utk sedekah dan hadiah, lebih penting jikalau dilakukan setelah daging tadi dimasak oleh ahlulbait, tidak dibagikan dalam keadaan masih mentah. Faktor ini mengingat tidak seluruhnya fakir miskin dalam keadaan akan utk memasak daging yang diberikannya, dan kalaupun akan bisa menambah beban mereka. Maka yang paling penting adalah membantu meringaankan beban mereka dan memberikan kebahagiaan dan kesenangan bagi mereka.


Perbedaan dan Persamaan ANTARA AQIQAH DAN KURBAN


Kalau pelaksanaan aqiqah bertepatan bersama bulan – bulan haji, apakah sanggup digabungkan antara hewan kurban dengan aqiqah, dengan jalankan salah satunya saja. Ataukah antara aqiqah dan kurban itu sendiri yaitu faktor yang sama..? Untuk permasalahan ini, para ulama kembali terbagi menjadi dua bagian ;


Pertama :


Bahwa hewan kurban seandainya digabungkan dengan syarat kambing aqiqah, karena bertepatan bersama bulan haji, maka tidak menjadi masalah bagi ulama hambali, dan Muhammad Tubuh Intelijen Negeri Sirin pun Hasan Bashri.


Diceritakan dalam satu riwayat bahwa ayah dari imam Ahmad, merupakan Hambal pernah membeli hewan kurban dan menyembelihnya di bulan haji dengan niat kurban sekaigus aqiqah. Dengan alasan inilah ulama di atas memeprbolehkan kurban dan aqiqah dilaksanakan pada satu ketika dan satu niat, ialah ketika iedul adha.


Kedua :


Yaitu pendapat ulama Maliki, yang berpendapat bahwa kurban dan syarat kambing aqiqah yakni hal yang berbeda. Dalam segi syariat keduanya sudah tak mirip, sebab disyariatkan keduanya pula tak mirip. Maka kurban dan aqiqah tidak mampu digabungkan satu sama yang yg lain.


SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB MELAKSANAKAN AQIQAH


Pertama :


Kalangan Hambali dan Maliki, berpendapat bahwa yang bertanggungjawab atas syariat kambing aqiqah pas dgn khitab hadits yang telah disebutkan diatas, ialah ortu laki – laki, sang ayah. Dikuatkan kembali oleh pendapat imam Ahmad dikala ditanya berkenaan seseorang yang belum diaqiqahkan oleh ayahnya bersama kiat apa hukumnya, dia menjawab : kewajiban itu atas ayahnya. Baca juga tentang hukum aqiqah dalam Islam.


Kedua :


Kalau si anak memiliki harta dan mampu melakukannya sendiri, maka dia yang bertanggung jawab atas diriny sendiri. Sanggup namun apabila tidak sanggup dan masih memiliki ayah, maka ayahnya yang tanggungjawab. Sementara apabila dirinya tidak dapat dan tidak lagi memiliki ayah, maka kewajibannya bagi sang ibu. sebagaimana pendapat Ibnu Hazm adhzahiri.


ketiga :


Yang mempunyai hak mengaqiqahkan anak, yakni mereka yang bertanggungjawab dalam memberi nafkah atas kehidupan sehari – harinya ( wali ). Tidak mesti orangtua. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw, yang mengaqiqahkan cucu ia Hasan dan Husein. Sebab menurut sekian tidak sedikit opini bahwa Ali saat itu sedang dalam keadaan terhimpit. Ada yang mengatakan bahwa Ali sebelumhya memberikan hewan aqiqah kepada Rasul untuk kedua puteranya. Yang jelas, ini ialah pendapat Imam Syafi’i, bahwa kewajiban aqiqah atas anak, kembali kepada orang yang memelihara dan memberi nafkah padanya.


Keempat :


Yang bertanggungj awab atas aqiqah seorang anak, bukan orang sana ayah, bukan ibu dan bukan orang yang member nafkah hidupnya. Melainkan tidak ada orang yang tertentu yang diberikan kewajiban husus buat melakukan aqiqah. Sebagaimana di hadits – hadits yang telah disebutkan tiada “ qayid “ yang jelas bahwa kewajibannya khusus sang ayah, ibu, ataupun wali. Oleh dikarenakan itu sah – sah saja bila yang malaksanakannya orang lain tak cuma mereka, seperti paman, sanak saudara atau bahkan orang asing sekalipun. Ini pendapat imam Ibnu Hajar dan Syaukani.


Dari berbagai opini di atas, kita mampu menarik kesimpulan ga ada pernyataan yang sepakat ditentukan oleh ulama tentang siapa yang bertanggungjawab dalam faktor mengaqiqahkan sang anak. Maka menurut penulis, yang berwenang pertama kali adalah sang ayah, kemudian wali atau orang yang mengasuhnya, kemudian jika ada dari sanak saudaranya yang ingin mengaqiqahkannya makanya juga diperbolehkan syarat kambing aqiqah.


Ungkapkan rasa syukur anda atas kelahiran putra-putri anda dengan menggunakan jasa paket aqiqah bogor dari Pelangi Aqiqah. Dapatkan catering aqiqah di bogor dengan harga murah dan menu beragam dari www.pelangiaqiqah.co.id.


Wallahu a’lam

01/13/2018 20:48:18
pelangiaqiqahinfo

Jasa Aqiqah Bogor

jasa aqiqah bogor dari Pelangi Aqiqah. Dapatkan catering aqiqah di bogor dengan harga murah dan menu beragam dari www.pelangiaqiqah.co.id.

syarat aqiqah anak laki laki, syarat aqiqah anak perempuan, rukun aqiqah, biaya aqiqah, aqiqah bogor, aqiqah murah, aturan aqiqah, ceramah aqiqah, paket aqiqah, jasa aqiqah, layanan aqiqah, catering aqiqah, menu aqiqah, daging aqiqah, doa aqiqah potong rambut, doa aqiqah untuk anak laki laki, doa memotong hewan aqiqah, harga kambing aqiqah, harga domba aqiqah, harga paket aqiqah, makna aqiqah, hikmah aqiqah, ketentuan qurban dan aqiqah, ketentuan hewan aqiqah, cara memotong kambing aqiqah, tata cara aqiqah sesuai sunnah rasul, pelaksanaan aqiqah yang benar, pembagian daging aqiqah, batas waktu aqiqah, sunnah aqiqah, hewan aqiqah selain kambing, kambing aqiqah, jual kambing aqiqah, syarat kambing aqiqah, umur kambing untuk aqiqah, kartu ucapan aqiqah, souvenir aqiqah


Name
Email
Comment
Or visit this link or this one